Beranda Olahraga Alasan Mengapa Leicester City FC Akan Bisa Memenangkan Liga Primer 2015 –...

Alasan Mengapa Leicester City FC Akan Bisa Memenangkan Liga Primer 2015 – 2016

17
0
BERBAGI

Sebelum Liga Primer Inggris musim ini digelar tak akan ada orang yang menjagokan Leicester City menjadi juara liga. Tidak ada yang menyangka tim yang musim lalu berjuang menghidari degradasi menjadi penantang terkuat peraih tropi Premier League.

Berikut saya coba menjelaskan alasan kenapa Leicester City yang merupakan tim gurem -medioker pun tidak- bisa menjadi kandidat terkuat juara liga di musim 2015/2016 ini.

1. Mental pemenang. Hingga pekan ke-32, tim ini hanya kalah sebanyak tiga kali dalam Liga Primer Inggris musim ini. Permainan anak asuh Claudio Ranieri mampu mengalahkan sejumlah tim ‘terbaik’ dengan relatif mudah.

2. Gaya bermain. Mereka memainkan teknik sepakbola yang sangat menarik dengan keterampilan serta kecerdikan. Meski tidak menyajikan permainan dengan penguasaan bola gila-gilaan tapi tetap sangat menyenangkan untuk ditonton.

3. Claudio Ranieri. Orang ini tidak banyak melakukan perubahan sejak mengambil alih posisi dari Nigel Pearson, tapi sekarang Anda melihat Leicester sebagai tim bentukannya dengan stempelnya. Banyak pakar meramalkan dia akan menjadi manajer pertama yang akan dipecat, tapi dia membuktikan pandangan itu merupakan kekeliruan. Ia mungkin akan menjadi yang tertawa di akhir.

Itu tidak lepas dari pengalaman segudang Ranieri yang telah melatih 4 liga berbeda mulai dari Italia (Parma, Juventus, Inter Milan, dan AS Roma), Inggris (Chelsea), Spanyol (Valencia dan Atletico Madrid), serta Prancis (AS Monaco). Pengalaman itu bakal menjadi bekal Ranieri untuk membuat Leicester bertahan di puncak klasemen hingga akhir musim.

Salah satu kelebihan Ranieri juga rasa hati dirinya yang tidak jumawa dengan capaian Leicester saat ini.

4. Tim ‘Terbaik’ Melempem. Melihat bagaimana performa tim semacam Chelsea yang notabene merupakan juara bertahan malah harus bertarung menghindari zona degradasi selama berminggu-minggu. MU dan Liverpool masih angin-anginan dalam bermain sepeninggal pelatih sebelumnya. Sementara Manchester City malah kehilangan roh setelah pengumuman tidak akan memperpanjang kontrak Manuel Pellegrini di akhir musim. Menyisakan kuda hitam Spurs dan Arsenal yang masih bisa mengejar Leicester di puncak. Hanya saja, Arsenal sendiri tak mampu bermain konsisten.

5. Para fans. Mereka luar biasa di Stadion King Power. Teriakan mereka menyuntikkan energi perkasa untuk tim. Hal ini terdengar klise untuk mengatakan bahwa mereka adalah pemain nomer 12 tapi itu benar. Jika Anda berjalan keluar dari lorong itu menuju lapangan, Anda akan merasa terdongkrak -untuk pertandingan apa pun.Selain itu, selain fans dari tim yang masih punya kans untuk menggeser Leicester City, hampir semua fans Liga Inggris berharap agar Leicester bisa menjadi juara di musim ini -termasuk saya.

Dukungan saya berasal dari rasa takjub dengan permainan Leicester yang diperkuat pemain biasa saja. Pemain yang dibeli dengan harga murah namun performanya tidak murahan. Filosofi tim ini sama dengan filosofi tim lokal yang sejak kecil sudah saya dukung, PS Semen Padang.

Publik sepak bola juga seolah sudah jenuh dengan permainan uang dalam sepak bola (Baca: Ketika Uang Bertindak, Gelar pun Berdatangan).

6. Fokus pada Liga Primer. Bermain hanya pada satu kompetisi menjadi keuntungan terbesar Leicester dalam laga tersisa Liga Primer. Untuk mempertahankan posisi pucak, mereka tidak lagi dipusingkan dengan harus membagi konsentrasi di kompetisi lain.Berbeda dengan kompetitor lain, yakni Arsenal dan Tottenham. Keduanya masih menjalani pertandingan di Piala FA. Yang tidak kalah pentingnya dibanding liga, adalah kompetisi Eropa Champions League dan Eropa League (UEFA) yang diyakini bakal memecah konsentrasi kedua tim.

7. Punya Laga Sisa Kandang yang Cukup. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan tim akan jago di kandangnya. Selain itu hanya melawan tim yang saat ini mendapat cap medioker. Laga yang dapat dikatakan berat hanya laga melawan tandang juara bertahan, Chelsea yang mulai menemukan performanya kembali dan tandang ke Old Trafford.

8. Tiada Beban, Tiada Tekanan. Statusnya sebagai tim papan bawah yang tak pernah memasang target juara, membuat permainan Leicester bakal lebih lepas dan tanpa ada beban apapun. Bahkan pemilik Klub dan manajer juga tidak menekan pemain untuk merebut gelar juara, kecuali sekedar motivasi berupa bonus besar yang menanti di akhir kompetisi.

9. Mereka memang hebat. Bahwa Leicester City memang tim yang bagus. Mereka mampu menunjukkan semangat dan energi untuk mengatasi tim lain tapi mereka juga menunjukkan diri bahwa para pemain mereka pun sangat bagus. Semua orang dari pertahanan ke lini tengah dan lini depan. Ini adalah tim yang baik dengan pemain bagus yang mampu mengukir sejarah di musim ini.

Hal ini diamini oleh sang manajer Claudio Ranieri, “saya sudah menangani beberapa tim top sebelumnya dan di sana diisi beberapa pemain hebat. Mungkin di sini tak ada pemain hebat selain semangat tim yang luar biasa.”

========

  • Tulisan ini pernah dimuat di akun Tumblr saya.
  • Diperpanjang agar cocok dijadikan artikel di blog :v

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here