Gertakan Iran Bukan Sekedar Isapan Jempol Belaka

Gertakan Iran Bukan Sekedar Isapan Jempol Belaka

Beberapa pekan yang lalu Wakil Presiden Iran Mohamed Reza Rahimi menegaskan, jika sanksi dijatuhkan terhadap ekspor minyak Iran, maka tak ada setetes pun minyak yang akan melewati Selat Hormuz.

Akibatnya, situasi Selat Hormuz menjadi memanas. AS dan Iran berupaya mempertontonkan kekuatan militernya di sekitar kawasan teluk ini. Ketegangan ini dipicu oleh Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang mengusulkan untuk membekukan aset-aset bank sentral Iran dan tentunya embargo terhadap ekspor minyak Iran.

Sebenarnya, rakyat Iran sudah terbiasa dengan berbagai sanksi dari barat sejak dinasti Pahlevi tumbang oleh revolusi 1979. Namun, sanksi yang dijatuhkan barat belum menyangkut hal terpenting bagi Iran, belum menyangkut minyak dan gas yang merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Iran.

Tetapi, kini pihak barat berniat menyentuh hal itu. Akibatnya Iran naik pitam dan balik mengancam akan menutup Selat Hormuz jika sanksi itu benar-benar dijatuhkan.

Pihak barat mengaggap Iran tidak akan sanggup melakukannya. Namun, Iran memang benar-benar bisa melakukannya. Karena Iran secaara hukum memiliki hak untuk menutup secara sementara bahkan permanane Selat Hormuz jika kedaulatan negaranya tergganggu oleh kapal yang lewat selat tersebut.

Walaupun, militer Amerika mampu memukul mundur militer Iran. Mereka pasti tak akan tinggal diam, segala cara pasti akan dilakukan oleh orang-orang Persia itu untuk berperang secara gerilya, jika tak sanggup perang terbuka. Mungkin saja.

Berdasarkan kesepakatan Genewa tahun 1958 dan kesepakatan Jamaika tahun 1982. Negara-negara yang bertepi di selat itu memiliki hak untuk menutup secara sementara dan permanen dari segala bentuk aktivitas pelayaran yang melewati selat tersebut.

Jika Iran benar-benar menutup selat tersibuk di dunia itu sekarang. Bisa dibayangkan bagaimana kehancuran ekonomi secara global. Bahkan, ketika Irang ‘baru hanya’ sekedar menggertak. Hal itu sudah mampu menggoyangkan ekonomi dunia, apalagi jika terwujud.

Share this post

Post Comment