Pesepak Bola Top yang Tetap Berpuasa meskipun Bermain Bola

Pesepak Bola Top yang Tetap Berpuasa meskipun Bermain Bola

Meskipun ini adalah hari terakhir berpuasa jika Anda adalah penganut paham pro-pemerintah, yang percaya bahwa 1 Syawal jatuh besok, hari minggu. Tetapi, saya tetap akan membagikan artikel yang bertema tak jauh dari salah satu ibadah wajib bagi umat muslim sedunia ini. Kali ini saya bercerita tentang beberapa pesepakbola top yang beragama Islam yangtetap bermain bola meskipun sedang menjalani puasa.

Anda Kenal dengan pemain top sepak bola seperti Samir Nasri ini, mungkin tidak kenal, tetapi tahu pasti, pemain Manchester City yang beberapa waktu lalu juga membela timnas Perancis di Piala Eropa 2012. Atau dua bersaudara yang juga merupakan punggawa Manchester City, Kolo dan Yaya Toure, atau Younes Kaboul, dan Nicolas Anelka? Mereka adalah pemain sepakbola muslim. Bagaimanakah kebiasaan mereka di bulan Ramadhan, apakah mereka tetap berpuasa pada saat bermain bola?

Pada saat bulan Ramadhan, umumnya ada pemandangan berbeda di Liga Primer Inggris dan La Liga Spanyol. Beberapa klub tampak melakukan kontrol lebih ketat kepada para pemain Muslim yang memiliki kebiasaan puasa. Seiring meningkatnya jumlah Muslim di kedua liga teratas Eropa itu, para pemain yang menunaikan puasa akan mengubah kebiasaan makannya. Tentu saja hal itu berpengaruh terhadap penampilan mereka di lapangan.

Ramadhan bagi Sulley Muntary adalah ibadah yang tidak boleh ditinggalkan, walaupun harus bermain di tengah ketatnya jadwal Serie A Liga Italia. Pada musim 2009, pelatih Inter Milan, Jose Mourinho tersandung persoalan gara-gara mempersoalkan bulan Ramadhan datang di saat pemainnya harus berlaga di liga dengan kemampuan penuh. Ia pernah mengeluhkan performa Sulley Muntary yang bermain loyo hingga berdampak pada Inter yang ditahan 1-1 oleh Bari.

Mourinho mengatakan, “Ramadhan tiba pada saat yang tidak ideal bagi pemain yang harus bermain di tengah kompetisi.” Komentar sang arsitek Real Madrid itu mengundang kecaman luas, khususnya dari Dewan Muslim Italia sehingga Mourinho kemudian mengklarifikasi pernyataannya.

“Keputusan Muntari tidak boleh dikritik karena merupakan masalah iman dan agama. Itu berarti bahwa saya menerimanya, saya tidak pernah mengatakan Muntari harus melupakan agamanya dan praktik ritual.”

Kunci kesuksesan tim-tim besar Eropa dalam meraih trofi dan mempertahankan performa para pemainnya di level tinggi adalah mampu menjaga aspek kebugaran pemain. Tim medis klub tidak segan-segan memantau perkembangan pemainnya secara harian hingga mingguan dengan memberikan rencana latihan ketat.

Sebagai mana sama-sama kita ketahui, budaya barat yang tidak mau mencampuradukkan persoalan agama dan sepakbola biasanya tidak terlalu mentoleransi pemainnya untuk melakukan puasa penuh. Bukan karena mereka tidak menghormati agama Islam yang dianut pemainnya, melainkan tidak ingin performa klub ikut terganggu.

Tapi striker mantan Sevilla, Frederic Kanoute, yang dikenal ketat dalam menjalankan ritual agama tak mau berkompromi dengan aturan klub. Mantan pemain Tottenham Hotspur dan West Ham United itu berusaha semaksimal mungkin menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara penuh.

“Staf dan pelatih sangat ingin tahu. Mereka bertanya-tanya mengapa saya tidak makan dan menanyakan semua pertanyaan ini. Tapi Anda harus menjawabnya dan bicara tentang itu,” ujar Kanoute kepada The Independent.

“Mereka melihat saya berdoa di ruang ganti, saya tidak berpikir tentang bagaimana orang melihatku. Islam telah membantu saya dengan cara ini. Inilah jalan yang Anda ambil untuk membuat Anda tenang,” imbuh pemain Terbaik Afrika 2007 itu.

Bulan Ramadhan memberi arti berbeda bagi beberapa pemain Muslim top di Liga Primer Inggris. Mereka biasanya lebih khusuk dalam bermain dan memulai pertandingan dengan membaca doa seraya mengangkat kedua tangan ke atas.

Ritual itu lazim dilakukan oleh dua bersaudara Kolo dan Yaya Toure, Samir Nasri dan Younes Kaboul. Termasuk juga Nicolas Anelka yang kini bermain di Liga Super Cina. Menurut mereka, tetap berpuasa dan bermain sepakbola dalam level tinggi merupakan sebuah tantangan yang coba dilakukan.

Para pemain top sepakbola ini masih tetap menjalankan ibadah puasa di saat bermain bola meski fisik terkuras. Mereka tidak menjadikan kelelahan fisik sebagai alasan tidak berpuasa. Ini bisa jadi pelajaran bagi mereka yang sering menjadikan kelelahan bekerja sebagai alasan tidak berpuasa, atau lebih aneh lagi, tidak berpuasa karena tidak sanggup berhenti merokok.

Itulah informasi Pemain Bola Eropa Ini Tetap Berpuasa Meski Main Bola yang ber Sumber dari republika.co.id ,semoga informasi di atas bermanfaat untuk semua nya.

Share this post

Post Comment