Rendang Minang, bukan Rendang Padang

Rendang Minang, bukan Rendang Padang

Masyarakat Indonesia bahkan dunia telah terbiasa menyebut segala hal yang berbau Minang menjadi hanya disebut Padang. Mulai dari bahasa Minang yang disebut bahasa Padang. Padahal, Padang sendiri tidak mempunyai bahasa asli yang berasal dari daerahnya. Sedangkan bahasa yang dipakai sehari-hari oleh warga Padang adalah bahasa Minang dialek Padang Panjang. Begitu juga makanan, contohnya sate Padang. Padahal, Padang sendiri tidak punya jenis sate yang berasal dari kota tersebut.

Beberapa hari yang lalu, Menkominfo, Tifatul Sembiring yang juga merupakan ‘urang awak’ (orang kita, orang minang) malah ikut-ikutan latah mengatakan rendang dengan kata Rendang Padang. Ia meminta rendang Padang, yang merupakan masakan terlezat di dunia versi CNN ini agar dipatenkan untuk dijadikan ikon masakan Indonesia khususnya Sumatera Barat agar tidak diklaim oleh negara lain.

Dengan dipatenkannya rendang sebagai ikon Indonesia. Maka klaim negara lain tidak akan terjadi. Sebab, selama ini yang terjadi adalah karena kelalaian pemerintah, ikon Indonesia malah direbut oleh negara lain. Baru setelah adanya klaim pihak lain. Indonesia ribut-ribut karenanya.

Tetapi, jika rendang hendak dipatenkan. Maka harus disebut sebagai rendang Minang, bukan rendang Padang. Karena yang punya rendang bukan hanya Padang tetapi juga daerah lain di Sumatera Barat yang punya beragam jenis rendang yang juga sangat lezat dengan ciri khasnya masing-masing. Memasukkan kata Padang tentu akan mengkerdilkan derah lain. Oleh sebab itu, akan lebih baik disebut sebagai “Rendang Minang” bukan “Rendang Padang”.

Share This Post

Post Comment