Mempertimbangkan Melanjutkan Pendidikan S2 atau Bekerja - ZAKIY.my.id

Mempertimbangkan Melanjutkan Pendidikan S2 atau Bekerja

Pertimbangan hal berikut sebelum memutuskan untuk melanjutkan S2 atau memilih bekerja.
- 17:55 WIB
Mempertimbangkan Melanjutkan Pendidikan S2 atau Bekerja
Mempertimbangkan Melanjutkan Pendidikan S2 atau Bekerja

Saya pernah membuat tulisan serupa beberapa tahun lalu dengan judul "Setelah Wisuda, Ngapain?". Saya menutup tulisan tersebut dengan melanjutkan pendidikan ke strata yang lebih tinggi atau mencoba peruntungan di jurusan lain.

Tulisan ini mengambil sudut pandang saya sebagai lulusan S1, yang melanjutkan pendidikan S2 sekaligus bekerja.

Sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke strata yang lebih tinggi, baik itu S2 bagi lulusan S1, atau S1 bagi lulusan D3, Anda bisa mempertimbangkan hal berikut.

Memutuskan untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan merupakan hal yang sulit dilakukan oleh beberapa orang. Meski ada juga mereka yang melakukannya sekaligus secara bersamaan. Pastinya ada pertimbangan yang dilakukan sebelum mengambil keputusan.

Beberapa pertimbangan ini bisa juga Anda pertimbangan sebelum memutuskan melanjutkan lanjut S2 atau bekerja.

Daftar Isi

Bekerja atau Lanjut S2

Menentukan Tujuan Hidup

Menentukan tujuan hidup sangat penting dilakukan sebelum memutuskan untuk bekerja atau melanjutkan kuliah S2.

Gelar S2 tidak selalu memberikan jaminan masa depan dan karier yang cerah. Pasalnya tidak semua pekerjaan membutuhkan kualifikasi S2. Kecuali jika berkarier di dunia pendidikan, misalnya sebagai dosen.

Pendidikan sebagai Investasi Terbaik

Pendidikan lanjutan adalah salah satu investasi terbaik yang bisa dilakukan di usia muda. Hal ini karena Anda tidak akan mengalami kerugian apa pun ketika melanjutkan pendidikan.

Mungkin saat ini belum dapat dilihat keuntungannya, tetapi bisa jadi Anda membutuhkannya di masa depan. Anda bisa mendapatkan berbagai keuntungan ketika melanjutkan pendidikan di usia muda.

Persaingan Prospek Kerja

Ketika Anda memiliki kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi, Anda akan terlihat lebih unggul. Hal ini membuat Anda dianggap lebih siap untuk bersaing dalam dunia kerja.

Secara mental, seseorang dengan gelar magister akan memiliki ketahanan mental lebih baik karena tugasnya akan lebih berat dari kuliah S1.

Lulusan S2 terbiasa untuk dituntut membaca berbagai referensi seperti: buku, makalah dan berbagai penelitian untuk menunjang pelajaran dan memperluas wawasan terkait bidang yang diambil.

Hal ini akan menjadi pertimbangan yang mendukung prospek karier ketika melamar ke suatu perusahaan.

Kerja dan S2 Sekaligus

Menjaga keseimbangan antara bekerja dan lanjut S2 memang tidak mudah tetapi bukan berarti tidak bisa. Hal ini karena waktu kuliah program magister akan lebih fleksibel dibandingkan S1.

Banyak kampus di Indonesia yang menawarkan berbagai pilihan untuk program S2, seperti kelas malam, daring, atau kelas akhir pekan.

Pilihan tersebut karena kebanyakan mahasiswa program magister sedang bekerja dan mengambil kuliah S2 untuk meningkatkan kapasitasnya.

Untuk itu, tidak menutup kemungkinan Anda bisa langsung melanjutkan pendidikan magister setelah lulus dari program sarjana. Sembari kuliah, Anda bisa mencoba mencari lowongan pekerjaan yang sesuai.

Melanjutkan S2

Dorongan bagi mereka untuk langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 untuk memperdalam ilmu patut diacungi jempol. Tidak semua orang ingin melanjutkan pendidikan setalah sibuk dengan hiruk-pikuk skripsi atau tugas akhir.

Meski demikian, dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, Anda bisa mendapatkan posisi lebih baik di dunia kerja yang kompetitif.

Untuk melanjutkan pendidikan, Anda harus menyiapkan finansial yang cukup, komitmen untuk bertahan, dan kesiapan menghadapi perkuliahan dan tugas yang lebih dari saat menempuh S1.

Proses untuk mendapatkan gelar S2 membutuhkan perjuangan besar. Sehingga jangan sampai kamu memutuskan mengambil S2 sebagai jalan pelarian karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.

Perbedaan S1 dan S2

Pendidikan magister jelas berbeda dengan pendidikan sarjana. Saat berada di jenjang sarjana, kebanyakan yang dilakukan adalah belajar di kelas dan mempelajari teori. Sehingga, kegiatan akan lebih banyak diisi dengan mendengarkan materi yang disampaikan dosen.

Berbeda dengan program pascasarjana, Anda akan lebih banyak berdiskusi dengan teman sekelas dan mempelajari berbagai studi kasus. Dosen hanya akan memoderasi diskusi agar lebih terarah dan mendalam.

Menentukan Jurusan S2

Anda bisa melihat tren pekerjaan yang berkembang dalam 5 hingga 10 tahun mendatang untuk menentukan jurusan yang akan diambil.

Pemilihan tersebut juga harus mempertimbangkan bidang minat yang Anda minati. Hal ini agar Anda tidak mengalami kejenuhan saat menempuh pendidikan.

Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan program sarjana dalam berbagai ilmu setiap tahunnya. Hal ini akan berbanding lurus dengan lulusan yang akan bersaing di dunia kerja setiap tahunnya.

Lulusan sarjana terus bertambah membuat lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah lulusan.

Dengan jumlah lulusan yang lebih sedikit, lulusan S2 menawarkan peluang kerja yang lebih luas. Hal ini bisa menjadi keunggulan yang bisa dipertimbangkan oleh perekrut.

Selain itu, lulusan S2 kan memiliki sikap dan pola pikir yang lebih dewasa dibandingkan lulusan S1. Hal ini memungkinkan para lulusan untuk menempati posisi yang baik di perusahaan.

Saat berkuliah S2, Anda biasanya bertemu dengan teman-teman yang sudah bekerja. Anda bisa menambah koneksi yang nantinya akan sangat berguna di dunia kerja.

Memilih untuk Bekerja

Ingin memiliki penghasilan sendiri biasanya menjadi alasan utama yang mendorong seseorang untuk memilih bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Meski gaji pegawai baru tidak terlalu tinggi, setidaknya hal itu akan tetap membuat bangga karena memiliki penghasilan sendiri.

Lebih Baik Kerja Atau Kuliah Pascasarjana?

Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk karena semuanya tergantung dengan situasi Anda sendiri.

Bagi mereka yang bosan dengan perkuliahan, bisa bekerja dulu dan merasakan tantangan yang tidak pernah didapatkan di bangku perkuliahan. Jika dipaksakan untuk S2, perkuliahan bisa saja tidak berjalan maksimal.

Perencanaan proyek, penetapan waktu proyek, kolaborasi dan menjaga keharmonisan tim. Semua pengalaman ini akan meningkatkan soft skill dan memberi semangat baru dalam hidup.

Setelah mendapat berbagai pengalaman di dunia kerja, motivasi untuk melanjutkan pendidikan bisa saja muncul lagi. Saat itu, Anda bisa mengambil program S2 sembari bekerja.

Bisa saja tempat kerja Anda menawarkan program beasiswa untuk meningkatkan kompetensi pegawainya.

Memperoleh gelar master atau langsung bekerja setelah lulus memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda dapat memilih salah satu di antara keduanya. Atau Anda bahkan bisa menyelesaikan program S2 sambil bekerja.

Rujukan: lokerpintar.id

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak!

Blog ini berasal dari Indonesia sehingga terikat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.