Beranda Politik Ada apa dibalik UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)

Ada apa dibalik UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)

3
0
BERBAGI

Mungkin saya terlambat mem-posting ini tapi tak masalah karena postingan ini akan selalu menjadi masalah para netter.

UU ITE seolah-olah mengesankan pemberangusan di jaman OrBa (Orde Baru) dulu yang akan menutup media massa yang berbau SARA. Yakni, dengan memblokir situs-situs berbau SARA, pornografi, dan yang menyinggung perbedaan pendapat.

Selain itu, ada juga beberapa pasal yang sulit dilakukan penerapannya. Misalnya, pasal 5-22 yaitu tentang konsep tanda tangan digital dan sertifikasi elektronik atau biasa disebut certificate authority. Sementara saat ini transaksi internet di Indonesia masih berbasiskan e-mail. Sehingga tidak mungkin menggunakan tanda tangan digital apalagi sertifikasi elektronik. Keharusan menggunakan sertikasi elektronik akan terhambat oleh pasal 13 sendiri yang mewajibkan menggunakan sertifikasi elektronik yang terdaftar di Indonesia. Saat ini sebagian besar situs-situs e-banking Indonesia menggunakan jasa Verisign, Cybertrust atau Thawte yang menurut saya terdaftar dan berlokasi di Amerika Serikat.

Jikapun ada sertifikasi elektronik yang terdaftar di Indonesia pastilah hanya buatan Indonesia. Nah, apakah buatan Indonesia ini akan diterima oleh komunitas internasional dan dipercayai oleh browser? Karena, mengingat tingginya kasus carding di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here