Alasan Pembatalan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U20: Tragedi Kanjuruhan

Faishal Wafiq ZakiyJumat, 31/03/2023 · 19.41 WIB · 2 menit baca
Tautan telah disalin
Alasan Pembatalan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U20: Tragedi Kanjuruhan
Alasan Pembatalan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U20: Tragedi Kanjuruhan

FIFA resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 pada tanggal 29 Maret 2023. Keputusan ini diumumkan setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Menurut pernyataan resmi FIFA, pembatalan ini bukan dikarenakan isu diskriminasi terhadap Israel, melainkan disebabkan oleh situasi terkini yang berkembang di Indonesia. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci, FIFA mengarahkan perhatian pada Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Oktober 2022.

"FIFA would like to underline that despite this decision, it remains committed to actively assisting the PSSI, in close cooperation and with the support of the government of President Widodo, in the transformation process of Indonesian football following the tragedy that occurred in October 2022. Members of the FIFA team will continue to be present in Indonesia in the coming months and will provide the required assistance to the PSSI, under the leadership of President Thohir.

(FIFA ingin menggarisbawahi bahwa terlepas dari keputusan tersebut (pembatalan Indonesia jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20), FIFA akan tetap berkomitmen aktif untuk membantu PSSI. Bekerja sama erat dengan dukungan pemerintahan Presiden Widodo, dalam proses transformasi sepak bola Indonesia pasca tragedi yang terjadi pada Oktober 2022. Anggota tim FIFA akan terus hadir di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang dan akan memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada PSSI di bawah kepemimpinan Presiden Thohir," kata keterangan resmi tersebut.

Tragedi Kanjuruhan merupakan peristiwa mengerikan yang terjadi pada tanggal 2 Oktober 2022, setelah pertandingan antara Arema dan Persebaya. Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang menyebabkan 135 suporter meninggal dunia.

FIFA menegaskan bahwa keputusan ini tidak mengurangi komitmen mereka untuk membantu PSSI dalam transformasi sepak bola Indonesia pasca tragedi tersebut. Mereka akan terus bekerja sama erat dengan pemerintahan Presiden Widodo dan memberikan dukungan yang diperlukan kepada PSSI di bawah kepemimpinan mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Dalam beberapa bulan mendatang, anggota tim FIFA akan terus hadir di Indonesia untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan. Sementara itu, FIFA akan segera mengumumkan tuan rumah baru untuk Piala Dunia U20 2023 dengan tanggal turnamen tetap tidak berubah.

Terkait

Komentar (0)

Tulis Komentar