Beranda Olahraga Calciopoli Indonesia, Konspirasi ARB – Nurdin Halid – Arema

Calciopoli Indonesia, Konspirasi ARB – Nurdin Halid – Arema

7
4
BERBAGI

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2010, Arema Indonesia (dulu Arema Malang) mengecap gelar ISL pertama mereka di musim kedua liga yang katanya profesional ini. Profesional? Saya agak ragu dengan kata ini karena pada kenyataannya ISL pada musim 2009-2010 jauh dari kata profesional. Liga ini berdiri di era kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI, mungkin ada yang tahu tetapi saya yakin pasti banyak yang tidak, Nurdin Halid adalah salah seorang kader dari partai berlambang pohon beringin, Golkar.

Golkar adalah partai yang saat ini dipimpin oleh orang yang beberapa pekan yang lalu membeli klub sepak bola Arema Indonesia yang bermain di ISL musim 2011-2012, Aburizal Bakrie. Karena peraturan PSSI dan FIFA melarang seseorang memiliki lebih dari satu tim yang berlaga pada kasta yang sama, ARB melepaskan kepemilikan Pelita Jaya kepada Bandung Raya. Aburizal Bakrie bukanlah muka baru di Arema Indonesia, di musim 2009-2010 ia adalah pemilik dari 6 perusahaan yang menjadi sponsor utama Arema Indonesia, salah satunya yang sejak musim itu hingga sekarang masih terpampang di dada jersey para pemain Arema ISL, Ijen Nirwana.

Begini lebih kurang cerita. Di awal kompetisi ISL 2009-2012 lalu,  Arema Malang mengalami krisis finansial yang pelik, pemiliknya yang sekaligus mensponsori Arema, PT Bentoel Indonesia cabut lantaran British American Tobacco, pemilik baru perusahaan rokok itu, melarang Bentoel mengurus klub olahraga. Hal tersebut membuat Arema pun kelimpungan.  Berbagai skenario penyelamatan pun dicoba manajemen Arema. Mereka (manajemen Arema) bahkan pernah mencoba menjajaki merger dengan klub sepupunya asal kota Malang, Persema Malang. Tapi gagal.

Namun nasib berkata lain, ditengah situasi dan kondisi yang sekarat tersebut, beruntung mereka diselamatkan oleh para “Ksatria bertopeng”, bahkan mengantarkan hingga Arema ke tangga juara, Kesatria bertopeng tersebut tidak lain adalah orang-orang yang satu sama lain saling memiliki keterkaitan, dan mungkin mereka telah menentukan tujuan-tujuan terselubung dibelakang Badan Sepakbola Tertinggi di Indonesia, PSSI.

Mungkinkah mereka juga mengatur semuanya sehingga Arema bisa juara? Mereka adalah Ketuaumum partai Golkar saat ini, sekaligus pendiri usaha Bakrie grup Aburizal “ical” Bakrie atau yang sekarang ngetop dengan sebutan ARB serta adik kandungnya Nirwan Bakrie, pendiri proyek pengembang perumahan bernama Ijen Nirwana Residence yang juga Wakil Ketua umum PSSI waktu itu, lalu Presiden Direktur PT. Liga, Andi Darussalam sekaligus merangkap sebagai pembina Yayasan Arema dan, Ketua Umum PSSI nya sendiri waktu itu yaitu NurdinHalid.

Ketika Arema kewalahan untuk mengatasi krisis keuangan klub, beruntung ada kelompok usaha yang mau menolong krisis Arema. Yaitu, Ijen Nirwana Residence yang mau menolong untuk menggantikan Bentoel menjadi sponsor utama mereka, usaha yang didirikan Nirwan Bakrie yang juga termasuk Bakrie grup ini kabarnya menggelontorkan dana segar hingga Rp 7,1 Milyar saat itu.

Pembayaran gaji pemain, ofisial, serta tim pelatih akhirnya bisa dilunasi. Namun, hal tersebut membuat Arema pada LSI musim 2010/2011 masih memiliki hutang. Lalu, apakah juaranya Arema saat itu merupakan bagian skenario para Ksatria Bertopeng yang disisi lain mereka pun ingin mencapai ekspektasi terselubung? Bagaimanakah “kongkalikong” yang terjadi? Mensinyalir bahwa adanya kepentingan lain ditubuh PSSI waktu itu, asumsinya, PSSI dibawah pimpinan Nurdin Halid telah disetir oleh ARB. Mengapa demikian? Ya, Ical adalah Ketua Umum Partai Golkar sedangkan Nurdin Halid merupakan salah satu Kadernya. indikasinya, Nurdin pernah menyatakan statement kepada media dan publik mengenai suksesnya Timnas di piala AFF Cup 2010 kemarin. “Timnas sukses  berkat saya sebagai kader Golkar.” Sungguh sangat kontroversial sekali. Kalimat yang secara sengaja serta tidak langsung yang membuat orang awam pun dapat menilai statement tersebut berimplikasi untuk menaikan pamor Partai Golkar. Bahkan di sisi lain Nurdin telah menafikan keinginannya untuk menjauhkan PSSI dari sentuhan politik.

Dugaan tersebut sangat kuat dengan kecurigaan adanya “kongkalikong” antara ical dan Nurdin Halid. Lalu  “kongkalikong” lainnya, adanya hubungan se-darah antara Ical dan adik kandungnya Nirwan Bakri sebagai wakil ketua umum PSSI membuat badan sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut dicurigai telah mengatur seluruh pertandingan untuk men-juarakan Arema. Asumsinya bahwa Nirwan Bakrie tidak mau rugi terhadap modal yang telah ditanamnya di Arema yang disisi lain juga Nirwan ingin menaikan proyek usaha Ijen Nirwana Residence-nya ke permukaan publik dengan cara sengaja menaikan prestasi Arema.

Dengan kewenangannya sebagai Wakil Ketua umum PSSI waktu itu, Nirwan bisa menguntungkan bisnisnya dengan me-manuver  kompetisi bersama dukungan Nurdin sebagai ketuanya dan Andi sebagai presiden direktur liga yang juga pembina yayasan Arema. Tentunya Nurdin dan Andi pun sama-sama mendapat keuntungan.

Lalu bagaimana peran Andi Darussalam? Peran Andi Darussalam tak kalah besar. Dia turun tangan langsung ketika Arema mengalami krisis keuangan. Menurut Andi, Arema harus diselamatkan untuk menjadi proyek percontohan bagaimana sebuah klub profesional dikelola dan sukses. Tak hanya soal dana, Andi juga mencarikan pelatih dan pemain asing terbaik.

Dengan kewenangannya sebagai Presiden Direktur PT. Liga tentu beragam cara dilakukan untuk mengatur perjalanan Arema Indonesia, karena dia pun merangkap jabatan sebagai pembina yayasan Arema. Sungguh ironis, rangkap jabatan yang dimilikinya, dikhawatirkan akan lahirnya rasa Aremasentrisme pasti menyatu dengan jiwanya. Selain itu pun Andi Darussalam adalah orang kepercayaan Bakrie dalam penyelesaian krisis Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Sangat relevan dan kompleks sekali bukan kasus ini.

Makin kesini gejolak masyarakat terhadap kinerja buruk perangkat PSSI tambah beringas. Puncaknya di pentas LSI 2010/2011 ini, amarah Suporter Persib Bandung tak bisa diredam saat laga Persib kontra Arema di Bandung, 23/01/11 lalu. Mereka rusuh ditengah-tengah pertandingan karena menilai wasit Najamudin Aspiran yang menjadi juru pengadil pada laga itu berpihak pada tim Arema, apa mungkin ini bagian “kongkalikong” jilid ke dua? kerusuhan melebar hingga ke semua sektor stadion dan pertandingan pun terhenti selama kurang lebih 30 menit.

Sebelumnya pada laga tersebut, beragam manifestasi kekesalan terhadap PSSI telah diwujudkan dalam bentuk poster-poster hujatan terhadap PSSI serta perangkat pertandingan sekaligus unsur politik banyak ditunjukan oleh Bobotoh (sebutan suporter Persib), hal itu terlihat di layar televisi ANTV yang saat itu menyiarkan langsung.

Dapat disimpulkan, PSSI sebagai pemegang otoritas sepakbola tertinggi di Indonesia era Nurdin Halid ini nampaknya bisa ditaklukan oleh jajahan hegemoni Politik serta praktek uang didalamnya. Tidak menampik kemungkinan, Kepentingan Politik yang dilakukan Ical dan Nurdin, kepentingan Bisnis Nirwan dan Bakrie grup, lalu kepentingan yayasan Andi Darussalam dengan output uangnya akan menjadi kunci kesuksesan bagi Golkar, Bakrie Grup dan “si anak beruntung” Arema Indonesia. Dimanakah Integritas PSSI? Aneh kan bila sepakbola di politisasi? Secara sarkas, apakah seorang mantan napi dan koruptor masih pantas menjabat sebagai Ketua Umum? apakah etis bila orang PSSI memiliki keterikatan mendalam secara eksplisit dengan Klub kecintaannya, bukankah PSSI itu harus Netral? Dan terakhir apakah musim ini Arema yang masih memiliki keterikatan dengan para petinggi PSSI akan menjadi jawara kembali melalui skenario yang mungkin telah menjadi konspirasi kembali oleh PSSI?

Untuk membongkar kebobrokan PSSI saat ini, pemerintah diwakili KONI maupun Kemenpora perlu membentuk satgas penyelidik konspirasi ini dengan sikap netral, serta memiliki rasa peduli terhadap sepakbola Indonesia demi kemajuannya, bahkan boleh juga  bila melibatkan KPK dan BPK untuk memeriksa praktek uang didalamnya. tentunya pembentukan haruslah dilakukan oleh orang yang tak memiliki hubungan dengan internal PSSI dan tentunya Golkar  agar tidak menimbulkan konspirasi. Meskipun sekarang PSSI dibawah kendali Djohar Arifin Husein yang mururut orangnya cukup netral, meskipun ia juga adalah termasuk jajaran orang-orang PSMS. Tetapi ia tidak memberikan kesan PSMS, bahkan PSMS mesti terdegradasi di kompetisi yang diciptaka oleh orang Medan sendiri.

Mungkin saja kasus calciopoli bisa terjadi di Indonesia? Apapun bisa terjadi di tengah gejolak politik Indonesia ini.

 Catatan:

  • Penulisan artikel ini bukan untuk menjatuhkan pencitraan dari Aburizal Bakrie yang saat ini sedang dibangun melalui seluruh media yang dimilikinya.
  • Artikel ini hanyalah sebatas pengetahuan penulis disertai tambahan dari media massa nasional yang dapat dipercayai.
  • Penulis bukannya antiArema tetapi hanya mencoba memberikan pandangan penulis terhadap permasalahan yang terjadi di negeri ini.
Arema bakrie 2009/2010

4 Obrolan seru, ikutan yuk!

  1. saya juga merasakan hal yang sama, apalagi perubahan nama dari Arema Indonesia menjadi Arema Cronous. Banyak isu diluar terdengar bahwa Arema telah membeli juara, kini fakta di lapangan Arema sudah menjadi kendaraan politik.

    Izin copy tulisan anda dan saya akan memasukan web anda sebagai sumber

    • hahaha… Arema Cronous ya.

      Btw, Arema yang dulu sempat main di IPL pemiliknya adalah Ancora Group yang didirikan mantan menteri perdagangan kita yang baru aja mundur karena konvensi capres partai Demokrat, Gita Wirjawan. Tapi, Arema IPL-nya pak Gita gak diikutkan di play off IPL akhir tahun lalu. Padahal, seharusnya Arema IPL sudah diakui oleh FIFA pada verifikasi 2012. Buktinya, yang mentas di AFC Cup 2012 adalah Arema IPL, bukan Arema Cronous yang main di ISL. Tapi, musim depan Arema IPL tinggal sejarah.

      Pak Gita kayaknya juga gak minat sama persepakbolaan Indonesia, kayak bos Inter Milan, Erick Tohir yang lebih memilih menginvestasikan secara maksimal uangnya untuk Inter Milan dan DC United daripada Persib Bandung.

      Kalo Pak Gita memperjuangkan klubnya juga, mungkin pertarungan mereka bukan hanya sekedar untuk RI 1… tapi bisa jadi Bakrie Group vs Ancora Group,,,
      Bakrie eksis di tv, gita eksis di fb (di fb ane sering banget nongol iklannya gan) 😀

      Lanjut gan, share sama yang lain info ini… biar yang lain juga tau apa yang terjadi di belakang layar PSSI selama ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here