Intelijen: Berani tidak Dikenal, Mati tidak Dicari, Berhasil tidak Dipuji, dan Gagal Dicaci Maki

Bekerja sebagai intelijen pastinya akan penuh dengan bahaya yang akan mengancam jiwa. Dengan identitas asli yang disembunyikan tentunya menyebabkan mereka Berani tidak Dikenal, Mati tidak Dicari, Berhasil tidak Dipuji, dan Gagal Dicaci Maki. Memang begitulah yang akan terjadi terhadap intelijen. Sebagian orang kalau berhasil pasti mengharapkan pujian dari orang lain  tapi intelijen berbeda.

Sebenarnya di Indonesia sendiri terdapat intelijen daari berbagai instansi. Ada Badan Intelkam milik Polri, BIN milik pemerintah, Bais, Intel Korem dan Intel Kodim dari TNI, dan banyak lagi. Selain itu juga terdapat divisi intelijen cyber yang pasti dimiliki masing-masing lembaga tadi. Bagi saya menjadi intelijen itu luar biasa walau tetap saja berbahaya, jika membuat kesalahan taruhannya nyawa.

Seorang intelijen memang harus mempunyai skill yang tinggi. Seperti BIN, tugas intelijen dibawah naungan BIN adalah untuk mendeteksi jaringan teroris, jaringan orang yang ingin berbuat makar terhadap pemerintah. Kalau Bais mempunyai tugas untuk mendeteksi kekuatan musuh atau teroris dan juga untuk mengatur strategi militer. Kalau Intelkam, bertugas untuk mendeteksi pelaku tindak kriminal dan juga melakukan pencegahan sebelum terjadi tindak kriminal. Intelijen juga disebut sebagai profesi unik orang-orang aneh.

Di Indonesia sudah ada sekolah intelijen, STIN. Setelah lulus dari sekolah ini seseorang langsung diangkat menjadi PNS dan bisa langsung masuk ke BIN. Dan menurut artikel yang pernah saya baca , seorang intel itu harus menyembunyikan identitasnya bahkan kepada keluarganya, tapi mereka juga boleh membuka identitasnya kalau sudah terdesak.

Komentar
Memuat...