Kehilangan Tumblr, Kehilangan Diary Curhat

Tumblr seperti halnya jejaring sosial lainnya, diisi oleh kumpulan tulisan dengan berbagai rasa. Meski bisa dianggap semacam blog, Tumblr jarang berisi konten serius yang lebih banyak ditulis di blog.

Seperti kebanyakan orang, bagi saya sendiri Tumblr hanya media untuk memaparkan “ketidakseriusan” dalam menulis. Bukan tulisannya asal-asalan, hanya temanya tidak serius. Saya sendiri juga memiliki akun Tumblr di https://zakiy.tk yang jarang saya kunjungi.

Terbukti, blog popular di Tumblr biasanya bertemakan galau. Seolah benar, penulisnya menjadikan Tumblr bak buku harian yang bebas ditulis tanpa “tedeng aling-aling” meski bisa diatur agar “Private”. Semua uneg-uneg dan kerisauan hati gampang saja ditulis panjang lebar.

Pemblokiran Tumblr pernah diwacanakan juga oleh Kominfo pada 2016 (baca ini). Dengan alasan yang sama, konten asusila, Kominfo akhinya merealisasikannya tahun ini.

Saya sendiri pernah kehilangan media menulis, blog ini, karena diretas beberapa tahun lalu. Hanya saja dulu itu lebih berat daripada sekadar blokir dari Kominfo, basis data kontennya dihapus. Menurut saya hal itu yang juga dirasakan oleh pengguna Tumblr saat ini, beratnya kehilangan tulisan.

Kominfo sendiri memiliki mesin sensor internet senilai Rp 200 miliar (baca ini) yang seharusnya mulai beroperasi Januari 2018 ini (baca ini). Mesin sensor seharga begitu seharusnya memiliki kemampuan mendeteksi URL (Uniform Resource Locator) secara spesifik. Tidak harus blokir platformnya, cukup blokir subdomain atau custom domainnya saja.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More