Beranda Olahraga Membawa Industri Sepak bola Ke Asia

Membawa Industri Sepak bola Ke Asia

31
0
BERBAGI
Sepakbola dan Uang.
Sepakbola dan Uang.

Asian Football Confederation (AFC) sebagai induk sepak bola Asia memiliki tagline “The Future is Asia”. Secara harfiah, berarti membawa segala hal yang berkaitan dengan sepakbola ke Asia. Bagi saya, ini termasuk membawa indsutri sepakbola yang saat ini dikuasai Eropa ke Asia. Karena sepak bola dunia saat ini telah memasuki fase-fase industri. Kesulitan keuangan akan membawa pada kehancuran sepak bola ke negeri. Akan tetapi bukan itulah faktor utama membawa industri sepak bola ke Asia.

Bercermin pada kondisi sepak bola Asia saat ini, sulit bagi AFC bercita-cita demikian. Sebab kultur sepak bola Asia tidak sekuat di Eropa bahkan Amerika Latin. Di sisi lain, ada yang menganggap insfrastruktur, teknologi, dan ekonomi merupakan faktor yang berperan dalam industrialisasi sepak bola. Namun di dunia nyata, yang terjadi adalah hal-hal di atas tak menjadi patokan utama yang berdampak bagi pesepakbolaannya.

Banyak media yang mengatakan bahwa sepak bola sudah mendarah daging di Amerika Latin dan Eropa, terkhusus Inggris. Artinya sepak bola sudah menjadi budaya di masyarakat. Saya pernah membaca bahwa di Inggris dan Brasil, sepak bola sudah setara dengan agama. Hal yang membuat Nurdin Halid pernah berencana menaturalisasi pemain-pemain Brasil.

Permasalahannya, kultur sepakbola Asia atau tidak sekuat di Eropa atau Amerika Latin. Masa pembentukan kultur yang lama itu memang sudah dimulai di beberapa negara. Akan tetapi, jika berbicara soal Asia, tentunya masih hal yang jauh panggang dari api.

Negara di Asia dengan kultur sepakbola paling kuat adalah Indonesia. Budaya sepakbola di Indonesia termasuk yang paling kuat di dunia. Namun, industri sepakbolanya masih belum dilakukan oleh pihak terkait dengan maksimal. Selain tentunya faktor ekonomi yang tidak sekuat Eropa maupun Amerika Latin. Negara Asia lainnya yang sedang membangun kultur adalah Jepang.

***

  • Hanya tulisan singkat.
  • Bukan uraian panjang
  • Bukan tulisan dengan redaksional baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here