Beranda Sosial dan Budaya Plus Minus Penyatuan Zona Waktu Indonesia

Plus Minus Penyatuan Zona Waktu Indonesia

2
0
BERBAGI

Waktu LokalIndonesia adalah negara yang secara geografis terletak di 96 BT-141 BT, yang berarti Indonesia membentang sejauh 45 derajat di bujur timur Bumi. Setiap 15 derajat itu patokan waktu adalah 1 jam, itu sudah menjadi hukum yg disepakati Internasional dan sesuai dengan perhitungan rotasi bumi.

Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi apabila menyamakan jarak 45 derajat bujur dengan 15 derajat bujur adalah hal yang sangat konyol dan menampakkan sisi kebodohan (atau malah terlalu pintar melebihi kepintaran manusia).

Pemerataan zona waktu bisa saja diterapkan kalau kondisi alam wilayah Indonesia memanjang dari utara ke selatan, seperti Chile misalnya atau Vietnam. Tetapi, Indonesia tidak bisa seperti itu karena indonesia bukan memanjang dari utara ke selatan, melainkan barat ke timur .

Malaysia bisa meratakan waktu wilayahnya menjadi 1 jam karena letak astronominya 99 BT-119 BT, itu berarti Malaysia membentang sejauh 20 derajad bujur. Membulatkan 20 derajad menjadi setara 15 derajat mungkin masih dinilai wajar oleh khalayak ramai. TETAPI membulatkan 45 derajat bujur menjadi setara 15 derajat bujur adalah hal amat sangat konyol.

Memang ada negara yang membentang dari barat ke timur yang menyamakan zona waktunya seperti China.

Sedikit membicarakan China, tidak semua daerah di China memakai 1 zona waktu, ada 2 wilayah yg menolak yaitu Xinjiang dan Tibet. Kenapa zona waktu di provinsi Xinjiang dan Tibet yang notabene merupakan provinsi terluas di China tidak berpatokan dengan kesepakatan 1 zona waktu? Karena masyarakat di dua provinsi tersebut memakai jam biologis yang sudah disepakati oleh konggres rakyat Xinjiang-Uighur.

Jam biologi adalah waktu yang terkait dengan cahaya matahari. Karena sinar Matahari di Xinjiang dan Tibet berbeda dengan sinar matahari di Beijing pada waktu yang sama, yang berselisih 2 jam. Itu mirip dengan cahaya Matahari di Medan dengan di Jayapura pada saat yg sama. Xinjiang dan Tibet memilih 6+GMT, sedangkan untuk 22 provinsi,3 daerah otonomi,4 metro, dan 2 daerah administrasi khusus dipaksa memakai 8+GMT.

Soal pergantian waktu juga pernah dilakukan di Indonesia. Dulu Bali termasuk zona waktu  WIB dan karena alasan periwisata menjadi WITA agar sma dengan Malaysia, Brunai Darussallam, Singapura bahkan Hongkong sehingga industri wisatanya mampu berkembang pesat. Lah ini baru Bali? Gimana kalau seluruh Indonesia?

buujur - - -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here