Connect with us

Hi, what are you looking for?

Opini

RKUHP harus Dikaji Lagi

RUU KUHP
Ilustrasi RUU KUHP, via jatim.sindonews.com.

Kitab Undang-undang Hukum Pidana, sebuah peraturan peninggalan kolonial Belanda yang dapat dikatakan sudah tidak relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Sehingga, masyarakat mengharapkan adanya pengganti yang sesuai dengan kondisi sekarang.

Menyikapi permasalahan tersebut, pemerintah dan DPR RI sejak lama merancang peraturan yang lebih update dengan kondisi Indonesia saat ini. Sayangnya banyak pasal dalam RKUHP yang masih dianggap bermasalah oleh banyak orang.

Untuk pasal-pasal karet bisa dicari sendiri di internet, ada banyak pihak yang melakukan kajian terhadap keseluruhan RKUHP dan mencatat pasal yang akan menimbulkan multi-tafsir.

Pembahasan RUU yang tertutup dan tidak transparan juga menjadi polemik tersendiri yang dianggap mencederai kepercayaan dan amanat rakyat. Padahal, KUHP adalah hal yang akan menjadi pegangan dalam peradilan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Teknis perancangan yang lebih mengambil sikap dari ahli hukum juga dirasa kurang tepat. Padahal penerapan hukum ini akan menyasar rakyat banyak. Sementara pendapat-pendapat dari umum kurang mendapat tempat di calon peraturan baru ini.

Seharusnya suara rakyat menjadi masukan agar DPR RI lebih mendalam dalam mengkaji pasal demi pasalnya. Juga diperlukan ahli bahasa untuk menghilangkan frasa yang dapat menimbulkan lebih dari satu tafsiran.

Comments
Advertisement

Baca Tulisan Menarik Lainnya

Opini

Setelah dinyatakan kembali terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun ke depan, Joko Widodo yang akrab disebut Jokowi bersama Ma’ruf Amin mengakui telah...

Teknologi

Dalam debat Calon Presiden beberapa hari lalu, Prabowo Subianto menyampaikan kekhawatiran dengan perkembangan unicorn yang mempercepat larinya dana dari Indonesia ke luar negeri. Pernyataan...

Opini

Mudik adalah aktivitas rutin tahunan bagi masyarakat Indonesia dalam menyambut Idul Fitri. Menjelang pemilu seperti saat ini, mudik juga tak lepas dari politisasi. Belakangan...

Advertisement

YAou're currently offline