WikiNusantara, Pembelajaran Kembali

Akhir bulan lalu saya mengikuti Konferensi WikiNusantara 2019 yang dihelat Wikimedia Indonesia di Yogyakarta. Konferensi ini adalah tampek maota para sukarelawan proyek-proyek Wikimedia di nusantara [Indonesia beserta negeri serumpunnya]. Kehadiran saya di konferensi tersebut mewakili komunitas Wikipedia bahasa Minangkabau. Sekadar informasi, Wikimedia Indonesia merupakan satu-satunya mitra lokal Wikimedia Foundation dengan tingkat Wikimedia di Asia Tenggara [tingkatan di bawahnya adalah organisasi tematik dan kelompok pengguna].

Karena masih kuliah dan bekerja, saya berangkat dari Tangerang pada Jumat petang, 26 April dan mendarat di Yogyakarta menjelang waktu Isya. Satu pesawat bersama saya, Bonaventura Aditya Perdana, yang akrab disapa “wikimin” di jejaring sosial. Dan kami masih sempat berebut untuk posisi di dekat jendela yang akhirnya saya menangkan. 😂

Setiba di hotel, setelah bersapa-sapa dengan Teman Wiki barang sejenak dan merapikan barang di kamar. Beberapa penghuni dari “Kos Denas” yang turut mengikuti konferensi mengajak untuk sekadar berjalan-jalan di sekitaran Tugu Yogyakarta. Di sana kami benar-benar hanya berjalan, bahkan tidak ada berbelanja sedikit pun [untunglah, karena ternyata saya sendiri cuma membawa uang Rp 2.000 x 3]. Tidak lama memang, hingga sekitar pukul 12 malam. Selepas tiba di hotel lagi, teman sekamar saya asal Cianjur, Ryan Adwi telah sampai di kamarnya.

Hari Pertama

Keesokan harinya konferensi dimulai, saya bertemu banyak wikipediawan, tua dan muda, lelaki dan perempuan, dari beragam daerah. Saya bertemu kembali dengan wikipediawan yang awal mula hadir di Wikipedia bahasa Minangkabau, seperti Pak Ichsan Mochtar, Uda Ivan Razela Lanin, dan Muhammad Ramzy Muliawan

Acara dimulai dengan gelar wicara dari Pak Ichsan Mochtar, Kang Iskandar Adnan, dan Pak Panji Sakti. Berikutnya saya mengikuti sesi Mengenal Lisensi Creative Common sebagai dukungan dan berhubung saya juga aktif di Creative Commons. Sesi berikutnya yang saya ikuti adalah Wikipedia+Pendidikan yang disampaikan Nur Rahmi Nailah, salah satu pegiat Komunitas Wikipedia bahasa Jawa. Mereka menyampaikan program Wiki Menyang Sekolah yang mirip dengan program Wiki Masuk Kampus yang dijalankan di Padang. Program Wikimedia Education yang dipaparkan juga menarik.

Selepas ishoma, digelar kuliah umum mengenai urun daya pengetahuan di Wikipedia yang didampaikan oleh Uda Ivan Razela Lanin. Karena sesi ini terbuka untuk umum, hadirlah seratusan peserta. Berikutnya saya mengikuti sesi Wikimedia Incubator yang dibawakan Cahyo Ramdhani. Setelah sesi ini, saya berfikir untuk memulai lagi proyek wiki lainnya.

Selepas rehat kopi, saya mengikuti sesi Wikidata I yang dibawakan Mbak Raisha Abdillah dan Mas Fariz Darari. Ternyata ada banyak hal yang bisa dilakukan di Wikidata. Dan Wikidata masuk ke daftar calon tema karya akhir saya. Sesi Lokakarya Penggunaan Bot dari Mas Rachmat Wahidi dan Mbak Raisha Abdillah menarik perhatian saya karena bot bertanggungjawab atas banyaknya artikel langau di Wikipedia bahasa Minangkabau. Malamnya, acara sesrawungan menampilkan persembahan gamelan dari Pradangga Sastra Inggris (Prasasti) UGM tetapi saya lebih memilih untuk berbicara dengan wikipediawan lain di kafetaria hotel.

Baca juga yang menarik berikut ini

Hari Kedua

Hari kedua konferensi dimulai dengan lightning talks yang disampaikan oleh Mimihitam. Paginya Uda Adhmi Fauzan Ivan dan Uda Zhilal Darma mengajak berjalan ke Candi Prambanan. Langsung, pukul 7 kami ke sana dan kembali menjelang acara dimulai kembali. Setelah sesi Mimihitam, sesi berikutnya adalah Komunitas Wikipedia Aceh, Banjar, dan Using. Selepas rehat kopi, saya mewakili sesi Komunitas Wikipedia Minangkabau yang memaparkan:

  1. Bagaimana sebuah proposal Wikipedia bahasa daerah dapat keluar dari inkubator.
  2. Strategi pengembangan komunitas Wikipedia bahasa daerah.

Setelahnya saya mengikuti sesi Komunitas Wikipedia Jawa yang diisi oleh Mas Danang Tri Hartanto dan Nur Rahmi Nailah. Saya tertarik dengan cara mereka mengembangkan komunitas serta program magangnya. Pengelolaan media sosial mereka juga cukup profesional dibandingkan komunitas Wikipedia bahasa Minangkabau yang lebih pasif.

Berikutnya adalah sesi Google Toledo yang membahas Proyek Toledo dan Proyek Saraswati. Sebuah proyek kerjasama dengan Google Indonesia terkait pengembangan konten bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Berikutnya saya mengikuti sesi Komunitas Wikipedia Sunda disambung sesi Media Sosial yang disampaikan pengelola akun media sosial Wikimedia Indonesia Mas Gunarta dan pengelola media sosial Wikipedia bahasa Indonesia. Konferensi ditutup dalam sesi Wikimedia Indonesia: Pencapaian dan Ulasan oleh Ketua Umum Wikimedia Indonesia, Pak Biyanto Rebin.

Setelahnya saya bersiap untuk kembali ke Jakarta karena esoknya sudah kerja dan kuliah kembali. Di bandara sempat bertemu Arjuna Fikrilah, “tukang pel” lainnya dari Wikipedia bahasa Minangkabau. Sementara itu, selain Uda Ivan Razela Lanin dan Pak Pramono yang lebih duluan kembali, teman-teman lainnya dari tim Minang kembali keesokan harinya. Ke Bandara Soekarno-Hatta bersama Pak Ichsan Mochtar dan Bona Aditya Pradana, kami duduk bersebelahan di pesawat. Baru di tengah malam, saya sampai di pulau kapuk.

Akhir Kata

Tujuan dihelatnya konferensi WikiNusantara sebagai jendela kolaborasi antarkomunitas Wikipedia di nusantara. Banyak program-program komunitas lain yang dapat coba diterapkan di komunitas sendiri, menambah wawasan terkait per-wiki-an, serta menambah relasi. Terima kasih saya ucapkan kepada Wikimedia Indonesia sebagai pemberi beasiswa penuh. Sampai jumpa lagi tahun depan di Padang!

Artikel terkait
Komentar
Memuat...